Sepenggal Catatan Perjalanan

by Ismaya_Rai

Hari ke-1
    Menengadah kepala mereka melihat tingginya pucuk ujung gunung. Ditelusuri nanar sabana yang terhampar di bawahnya. Tertunduk hati para petualang itu melafalkan ayat suci, doa, bahkan mantra sebelum lancang menginjak setapak Pulau Sasak. Gema salam rimba menggaung di atas awan, menggema menusuk langit. Mantap sudah hati mereka untuk melangkah membuang sumpah serapah.
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Edelweiss

by: Ismaya_Rai

     Puncak tinggal selemparan batu tetapi kakiku malah hampir membeku, di sini, ditengah gundukan pasir yang seakan tanpa akhir. Sepanjang jalan menuju puncak hanya butir bebatuan dan tanah kering yang kulihat, gersang, tak satupun nampak alang-alang. Namun bunga kecil itu tersenyum dengan kelopaknya yang merekah sumringah. Tak ayal akupun ikut tersenyum, penuh kemenangan.
     “Del, kali ini aku yang menang,” batinku dalam hati. Satu tangkai bunga edelweiss ini sudah cukup bagiku sebagai tanda kemenanganku pada seseorang.
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Cerita di Kala Hujan #2

by: Sinta Mahardika

            Hmm hujan turun lagi, seperti saat hujan-hujan sebelumnya aku bergegas menyiapkan secangkir coklat panas untuk Mbak Riana, anak gadis majikanku satu-satunya. Memang usia kami terpaut tidak terlalu jauh, sehingga Mbak Riana menolak jika kupanggil dengan sebutan Non. Dia memintaku untuk memanggilnya Mbak Riana. Dia pun memanggilku dengan sebutan yang sama, Mbak Ning.
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Cerita di Kala Hujan

Aku suka saat seperti ini. Memandang hujan dari balik jendela sambil menikmati secangkir coklat panas. Harum coklat bercampur bau tanah basah yang menyegarkan, selalu bisa memberikan ketenangan. Aku suka hujan. Aroma tanah yang terjamah olehnya, suara air yang berisik berlomba-lomba turun dari langit, gemuruh petir, dan yang pasti aku selalu menantikan pelangi yang akan muncul sesudahnya.
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

More Than Just Friend

           “What the hell with the girls in this world?” tiba-tiba saja dengan memasang wajah marah Rahul muncul dihadapanku.
“Kenapa sih Rahz?” tanyaku bingung.
“Yeah…girls…something wrong with them” jawab Rahul semakin membuatku bingung.
“Hey…I’m a girl na…something wrong with me then?” aku bertanya dengan sarkatis. Rahul hanya tertawa menanggapinya.
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Cinta Diam-diam

             Senja memerah di ufuk barat, debur ombak memeluk pasir, angin menebarkan aroma laut yang menenangkan. Bahkan pemandangan seindah sunset sore ini tidak bisa meredakan gundah di hati Nadya. Sudah berjam-jam Nadya duduk melamun di pinggir Pantai Senggigi. Jagung bakar yang dibelinya masih utuh tergolek di depannya. Ah...kenapa ini semua harus dialaminya? Sungguh perasaan yang sangat menyiksa. Wajah itu kembali datang menghantuinya, memenuhi pikirannya, tidak hanya saat ini, tetapi hampir setiap detik dihidupnya selama beberapa bulan ini.
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Serpihan Kenangan


Mentari baru saja menampakkan diri setelah terlelap di peraduan. Sinarnya masih belum mampu mengalahkan dinginnya angin pagi yang kali ini terasa lebih dingin. Sisa-sisa hujan semalam masih sangat terasa, genangan air dimana-mana, namun tak dihiraukan oleh para pedagang asongan yang dengan semangat menawarkan dagangannya kepada para calon penumpang bis. Suara kernet yang mencari calon penumpang menambah semaraknya pagi di Terminal Sleko ini. Sepertinya baru kemarin aku menunggu kamu disini untuk bersama-sama menuju kota tempat kita kuliah setelah menghabiskan libur akhir pekan di rumah. Kamu pasti membawa banyak camilan dari rumah seperti keripik pisang -yang paling aku tunggu-, madumongso atau manisan cermai. Dan seperti biasa aku selalu membawa masakanku yang ditunggu-tunggu Underground Comunity -sebutan untuk para penghuni kost kita- sambal teri.
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Penggalan Kisah Lamaku

Hello there, the angel from my nightmare
the shadow in the background of the morgue
the unsuspecting victim of darkness in the valley
we can live like Jack and Sally if we want
where you can always find me
we'll have Halloween on Christmas
and in the night we'll wish this never ends
we'll wish this never ends
(I miss you, miss you) 



Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Desing Downloaded From Free Blogger Templates | Free Website Templates | Free PSD Graphics