by: Ismaya_Rai
Puncak tinggal selemparan batu tetapi kakiku malah hampir membeku, di sini, ditengah gundukan pasir yang seakan tanpa akhir. Sepanjang jalan menuju puncak hanya butir bebatuan dan tanah kering yang kulihat, gersang, tak satupun nampak alang-alang. Namun bunga kecil itu tersenyum dengan kelopaknya yang merekah sumringah. Tak ayal akupun ikut tersenyum, penuh kemenangan. “Del, kali ini aku yang menang,” batinku dalam hati. Satu tangkai bunga edelweiss ini sudah cukup bagiku sebagai tanda kemenanganku pada seseora...
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.